Widgets

Posted by : Lalu Ahmad Hamdani Senin, 15 April 2013

Sebuah jalan berbelok ke kiri sekitar 5km sebelum Sendang Biru, jalan beraspal yang sudah lama membuat saya tertarik untuk menulusurinya hingga menemukan ujungnya. bagaimana jiwa petualanganku tidak tertarik, jika tepat di persimpangan tersebut. Berdiri tegak plang besi berwarna hijau bertuliskan "Pantai Tamban" yang terlihat masih baru. Pantai yang belum pernah kudengar namanya sebelumnya.

Saya dan seorang rekan yang tidak pernah merencanakan perjalanan ini sebelumnya, suatu kali berkesempatan mengunjungi pantai Tamban. Sebelumnya saya sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk mendaki gunung semeru di hari itu, tapi sayang, TNBTS memperpanjang masa penutupan sementara jalur pendakian gunung semeru hingga 25 april yang akan datang. Keinginan bertualang yang tak tersalurkan pun dilampiaskan untuk berkemah semalam ke pantai. Kamipun berangkat siang itu ke arah Sendang biru, Sumbermanjing, Kabupaten Malang menggunakan sepeda motor.

Musim hujan masih mendera, di tengah perjalanan pun hujan tiba-tiba mengguyur kami dengan derasnya. Kami sempat berhenti sejenak untuk berteduh di sebuah emperan toko yang sudah tutup menanti hujan reda. Hari yang semakin beranjak sore memaksa kami membuat keputusan cepat, karena kami tidak mau sampai lokasi terlalu malam. Hujan deras yang akhirnya berubah menjadi gerimis pun kami terjang. Perjalanan mencari pantai Tamban pun dimulai kembali.

Kami tiba saat lokasi Pantai Tamban telah berubah gelap total di malam hari. Pantai sepi itu hanya riuh oleh debur ombak samudra Hindia. Tepat di bibir pantai di bawah rimbunnya pepohonan kami mendirikan tenda dan memasak makan malam sambil menyaksikan keindahan malam di pinggir pantai. Bulan belum genap menjadi purnama, tapi cerahnya malam itu membuat kami betah menikmati keindahan alam menyaksikan taburan bintang ditemani api unggun.

Pagipun mulai menjelang, dari punggungan bukit di sebelah timur. Matahari mulai muncul sambil memantulkan cahaya keemasannya ke permukaan air laut yang berombak kecil.

Pulau-pulau dan tebing yang menghiasi lautan di seberang pantai Tamban semakin melengkapi pemandangan keindahan alam pantai ini. Karena memiliki waktu yang lumayan lama, kami menyempatkan diri untuk mengeksplorasi lebih jauh kawasan tersebut.

Menurut informasi dari nelayan setempat, ada pantai perawann lagi di tempat ini yang tidak banyak diketahui oleh orang. Petualangan menyusuri pantai pun kami lakukan. Perjalanan selama 1 jam menyusuri pinggir pantai dan tebingkarang berbuah penemuan sebuah pantai indah yang diberi nama Senggigi oleh nelayan setempat.

Pantai ini langsung berbatasan dengan pinggiran hutan, dan jarang ada orang yang mengunjunginya. ombak di pantai Senggigi pun jauh lebih besar daripada di pantai tamban. Setelah menghabiskan bekal makan siang kami. Kami pun kembali pulang menyusuri tebing karang. Seperti kata pepatah lama. Tak Ada Rotan, Akarpun Jadi. Tak Ada Gunung, Pantaipun Disambangi.








Comments
2 Comments

{ 2 komentar ... read them below or Comment }

  1. Long weekend akhir maret kmn juga rencana ke semeru tapi batal karena di tutup, padahal dah beli tiket ke sby. Akhir nya cuman mudik aja ke gresik, tau gitu bisa gabung ke malang nich hahaha

    BalasHapus
  2. Hahaha, , , bisa promosi nih bro blog ini biar rame ke Malang

    BalasHapus

berlangganan

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © ESCAPE - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -