Widgets

Posted by : Lalu Ahmad Hamdani Sabtu, 19 Juli 2014



Hari itu Rabu yang cukup cerah. Hari Rabu dengan Matahari di bulan Mei yang mulai menyembul hangat. Cahanya menerobos membentuk sebuah sorotan lemah yang menerabas kabut perbukitan. Sepagi itu aku diajak berziarah oleh ibu ke Makam Nyatoq, desa Rambitan, Lombok Tengah. Ini makam dari seorang pemuka agama yang meletakkan dasar keislaman di daerah Lombok, khususnya daerah Lombok Selatan dan sekitarnya.

Hari itu hari Rabu, hari yang spesial sebab menurut kepercayaan sebagian besar orang, wali nyatoq memberikan keberkahan di makam tersebut di hari tersebut, sehingga apapun keinginan, harapan, niatan, keresahan, dan semua yang ada dihati akan diringankan ketika berziarah terutama pada hari Rabu. 

Aku tidak memungkiri di beberapa belahan di dunia ini terdapat tempat-tempat yang spesial untuk berdoa kepada Yang Maha Esa. Mungkin saja Makam Nyatoq ini salah satu tempatnya, suasananya damai, rindang, hijau dan apabila kau datang pagi-pagi sekali, kabut-kabut bak gulali manis  akan menyapa menyentuh permukaan kulitmu. Sungguh sebuah peristirahatan sempurna di atas bukit tanpa harus berebutan tempat dengan makam-makam yang lain. Ya, di komplek tersebut hanya ada beberapa makam saja. Namun wilayah itu terlalu luas untuk tiga nisan dari abad lampau.

Aku masuk ke makam nyatoq tidak berniat apa-apa –eh kupikir niatku waktu itu hanya ziarah kubur biasa, tanpa ekspektasi apapun sama sekali- sebab aku tahu dibalik metafor yang bertaburan dalam kisah kehidupan waliullah yang satu ini, ada banyak kesalah pahaman sejarah yang terjadi disekeliling kita. Entah apa yang menjadi niat dan ekspektasi ibuku waktu itu, semoga ia tidak melenceng terlalu jauh dan kuburan ini hanya menjadi media penguhubung semata ke Kursi Yang Maha Kuasa.

Tidak ada yang salah dari ziarah ini, yang salah adalah superioritas yang terlalu mengada-ada yang disematkan pada objek dan subjek yang sebenarnya hanyalah manusia dan kuburan semata. Saat alunan yasin dan tahlil mengalun di telinga, aku pun berjalan mundur jauh ratusan tahun ke belakang ke-abad ke-13 Masehi.

***
AsySyaikh As-Sayyid Nururrasyid Ibnu Hajar al-Haytami, As-Sayyid sendiri adalah gelar untuk kerabat Nabi Muhammad SAW, datang ke tanah Lombok melalui jalur laut utara. Pertama kali mendarat di pesisir utara memasuki daerah Bayan, Lombok Utara. Beliau lebih dikenal sebagai Gaus Abdurrazzaq. Dalam lelontar (manuskrip daun lontar) ia dikenal juga dengan nama Betara tunggal Nala. Entah mengapa dalam versi nenekku (almarhumah) Betara Tunggal Nala ini datang menunggang Labu ajaib dan berubah versi menjadi Umar? Betara Nala inilah yang memiliki putra bernama Deneq Mas Putra Pengendeng Segara Katon Rembitan, nama ini tentunya adalah sebuah gelar dalam bahasa kuna sama seperti gelar-gelar raja Jawa yang panjang dan memiliki arti sembah sujud yang mendalam. Nama asli sang pangeran ini adalah Sayyid Abdurrahman atau yang dikenal dengan wali Nyatoq yang makamnya sedang kuziarahi kali itu.

Seratus tahun lamanya sebelum Ayahanda wali Nyatoq mendaratkan kaki ddi pulau Lombok, peradaban suku sasak yang asli menghilang ditelan letusan gunung paling membunuh di abad ke-12, gunung Samalas, ini adalah hasil penelitian ilmiah yang dilakukan baru-baru ini. Gunung Samalas sendiri sebuah gunung rakasasa yang ketinggianya hampir mencapai 5000 meter dari permukaan laut.

Abad ke-12 masehi gunung ini meledak dan menciptakan kaldera yang sekarang menjadi danau segara anakan di gunung Rinjani. Selain menciptakan kaldera indah, dalam dan amat sangat mendebarkan bagi peneliti vulkanologi, gunung ini pun memiliki anak yang dikenal dengan sebutan gunung Baru Jari. Jadi melihat kedalaman kaldera hasil ledakan maha dahsyat -lebih dahsyat dari Tambora di tahun 1815- kemungkinan besar suku dan kerajaan sasak abad ke-12 ini telah terkubur dalam debu vulkanik.

kaldera gunung Samalas seluas 3.500X4.800 meter.

Kembali ke kisah wali Nyatoq sendiri, dialah yang kemudian menjadi akar sultan-sultan kerajaan Lombok dengan mendirikan kerajaan Kayangan. Saudara wali nyatoq, Sayyid Umar mendirikan kerajaan Pujut, oleh sebab itulah tidak aneh di gunung pujut, Lombok Selatan, ada masjid kuno mirip seperti di Bayan, begitu pula masjid kuno Rembitan yang dibangun sendiri oleh wali Nyatoq pun memiliki kemiripan konstruksi yang sama dengan kedua masjid yang lain. Sedangkan saudari wali Nyatoq bertanggung jawab di daerah utara yang dikenal dengan nama Syarifah Qomariyah atau secara mistikus disebut sebagai Dewi Anjani.

Wali Nyatoq Sendiri lebih mengutamakan menyebarkan agama Islam daripada menjadi raja, hingga ia tidak heran memiliki 33 nama di beragam tempat di Bali, Lombok dan Sumbawa. Sebagai mubaligh beliau mensyarkan islam ke mana-mana hingga dikenal di Bali sebagi Pedanda Sakti Mawu Rauh, di Sumbawa dikenal sebagai Tuan Semeru, di pulau Jawa dikenal sebagai Aji Duta Semu. Di daerah lain di Lombok ia juga dikenal sebagai Datu Pangeran Djajing Sorga yang dipercaya berasal dari Majapahit.

Islam di bumi sasak pun disebarkan bernafaskan animisme dan filsafat hindu Advaita Vedanta di kalangan masyarakat, lebih diterima, singkritisme pun terjadi lalu bergabunglah sufisme dalam nafas filsafat Hindu. Hingga akhirnya Lombok pun sepenuhnya menjalankan syariat islam seperti yang terjadi di masa ini. Namun siapapun yang murni menyandang nama Lalu dan Lale di depan namanya, wali Nyatoqlah nenek moyang mereka, mungkin saja ada kelebihan yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya namun tetap saja wali Nyatoq hanya manusia saleh berilmu tinggi, entah cerita mana yang mau dipercayai, yang dipenuh mukjizat atau cerita ini? Yang terpenting ketika mengunjungi akar dan bapaknya raja-raja Lombok ke makam Nyatoq, niatkan untuk mendoakan semoga beliau diterima amal ibadahnya di dunia, dan semoga kita diberi kesempatan untuk mengikuti jejak-jejak kearifannya agar selamat di dunia akhirat. Itu saja tidak kurang tidak lebih.

Dari berbagai sumber

Comments
4 Comments

{ 4 komentar ... read them below or Comment }

  1. wahhhh kalau yang di makam Loang Baloq itu yang mana lagi

    BalasHapus
  2. Seru juga tuh wisata ke makam, belom pernah soalnya.


    Salam kenal
    http://travellingaddict.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal dan jangan henti bereksplorasi bung! :)

      Hapus

berlangganan

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © ESCAPE - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -